Rabu, 26 Februari 2014

Nasibnya Seorang Guru Sukwan

Ads Responsive

Nasibnya Seorang Guru Sukwan, Kegiatan Sehari-hari Guru Sukwan Mengajar, Mengajar dan Terus Mengajar. Jam 6.30 Wib Sudah harus berangkat untuk menjalankan Tugas sebagai Guru Pengajar di sekolah. Setiap Memiliki Jam Mengajar Sudah Pasti Datang Kesekolah.

Saya Sendiri adalah Guru Sukwan di beberapa sekolah swasta seperti di MTs. Nurul Amal, SMP Al Anwar, SMK Al Hamidy Banyuanyar, SMK Hidayatul Yaqin dan SMK Darul Ulum Sumber Lompang. Disana saya melakukan kegiatan belajar mengajar, berinteraksi dengan siswa, baik laki-laki dan perempuan. Disana juga saya bisa menambah teman, yang awalnya tidak kenal sebab mengajar disana saya bisa mengenal satu sama yang lain.

Di Sekolah tersebut saya merasa nyaman sekali, Siswanya Rajin-rajin semua dan Aktif semua. Sungguh membanggakan sekali dan membuat saya selalu semangat untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar di setiap lembaga dimana tempat saya menagbdi.

Berbeda dengan teman saya yang sukwan disalah satu lembaga swasta juga yang tidak dapat saya sebutkan namanya. Dia Merasa tidak dihargai, Giliran dia masuk, Kepala sekolahnya Acuh Tak Acuh, Giliran Dia Terlambat, Kepala Sekolahnya Nyindir-nyindir, dan Giliran Dia Tidak Masuk (Ijin) Karena Adanya Kepentingan Pendidikan Juga, Kepala Sekolahnya Bilang, "Makin Hari, Kamu Kok Semakin Sibuk". Kepala Sekolah Yang Sungguh Terlalu. Bpk/Ibu Kepala Sekolah yang terhormat, Tenaga Sukwan Juga memiliki Kesibukan, Bukan Cuma Kepala Sekolah yang Memiliki Kesibukan. Faham...?

Saya sangat merasa kasian sekali sama teman saya, Dia menjalankan dengan Ikhlas, Sudah tidak menghitung Berapa Liter Bensin yang digunakan untuk datang kesekolah Tapi mendapatkan Perlakuan yang seperti itu. 

Ingat Wahai Kepala Sekolah, Tenaga Sukwan ini hanya membantu dengan ikhlas dan penuh dengan perjuangan dan pengorbanan, dan ketika Urusan Pay tidak keluar, Dia Tidak pernah berbicara kesana Kemari akan masalah itu.apalagi main sindir-sindiran. Ngapain urusan Pay Diharap, Toch ketika dapat Tidak cukup untuk membeli Sabun Mandi. Maka dari itu Hargai Perjuangan dan Pengorbanan Tenaga Sukwan yang ada dilembaga Bapak/Ibu Kepala Sekolah Pimpin.

Ini yang sangat memprihatinkan, Yang membantu dilembaganya tidak dihargai, Giliran ada pengawas sekali datang Dikasih Amplop tebal, ada apa dengan menejemen lembaganya..?

hemmm Menurut Sahabat Pembaca Blog ini, Kira-kira ada apa dengan menejemen Lembaga tempat teman saya Mengabdikan diri? Silahkan Jawaban anda salaurkan lewat Kotak Komentar di Bawah!

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Nasibnya Seorang Guru Sukwan