Kamis, 18 Juni 2015

Persipkan Mental Untuk Meraih Kesuksesan

Ads Responsive

 Pagi hari di puasa kedua saya bertemu dengan seorang perempuan sekitar usia 40 tahun, dengan menumpang sepeda ontel dan muatan barang bekas, yang bersangkutan berhenti dari tempat sampah satu ke tempat sampah lainnya, sehingga dia mendapatkan banyak kumpulan sampah plastik seperti bekas minuman mineral gelas plastik, botol dan lain sebagainya,sejenak saya mampiri hanya ingin tahu konstruksi pemikiran perempuan tadi dengan diskusi ringan saya bertanya, apa motivasi ibu mencari barang bekas di tempat sampah itu, jawabannya cukup mengejutkan dia menjawab saya ingin membantu suami dalam hal mencari nafkah dengan tujuan untuk biaya anak yang saat ini menempuh studi magister jurusan pertanian. Sontak saya kaget lagi maka bertanya lebih lanjut kenapa ambil pertanian? Dia menjawab bahwa saat ini banyak orang telah meninggalkan bidang pertanian dalam membangun suatu bangsa, padahal bangsa ini dulu besar karena pertaniannya, ada yang salah dalam memberikan orientasi pendidikan yang semua peserta didik diarahkan pada cita-cita yang jauh dari jangkauan seperti harus jadi pilot, dokter dan sebagainya, tidak lagi diarahkan menjadi petani yang hebat, memilki teknologi pertanian yang canggih.


Saya salut dengan wawasan perempuan itu, pemikirannya kedepan cukup menjanjikan dia ingin menepis bahwa dengan jerih payah dan usaha keras bercita-cita ingin meraih mimpi. Sektor pertanian yang di identikkan dengan kemiskinan dan kekumuhan akan dijawab dan direspon dengan nyata melalui proses usaha yang saat ini dilakukan.

Dalam pada ini konteks tersebut diatas bisa membawa opini bahwa manusia punya potensi yang sama menjadi orang sukses namun kenyataan yang kita lihat pasti melahirkan dua jawaban penting yang terjadi pada setiap manusia yaitu ada yang sukses ada yang tidak sukses, orang sukses memanfaatkan potensi menuju sukses diseriusi dan informasi yang berkaitan dengan kesuksesan pasti menjadi informasi utama yang selalu ditindaklanjuti, sebaliknya orang tidak sukses enggan menanggapi serius terhadap semua informasi yang mengantarkan kesuksesan.

Barangkali kita penasaran kenapa tidak semua orang bisa keluar menjadi sukses dalam kehidupan mereka? Terkadang malah seseorang yang dibesarkan dalam fasilitas-fasilitas dan berbagai kenyamanan bisa mengambil keputusan-keputusan sembarangan, mangkir dari tanggung jawab, dan tidak pernah mengetahui apa makna dari hari-hari yang dilaluinya.

Sebaliknya, seseorang bisa dibesarkan dalam keluarga yang biasa-biasa saja, belajar mengambil kesempatan dalam kesempitan yang dilaluinya, hingga akhirnya mampu menjalani hidup yang bermakna. Ini menunjukkan, kesuksesan lebih banyak kaitannya dengan mental dan kerja keras kita daripada kondisi keluarga yang di mana kita lahir.

Artinya, orang yang berasal dari manapun dan dari keluarga apapun punya kesempatan untuk menjadi sukses — jika mereka punya mental yang tepat. Walaupun kriteria sukses dalam setiap diskusi masih melahirkan debatable, namun semuanya kembali kepada individu masing-masing dalam capaian hidupnya dimana goal itu tercapai. Itulah sukses. Semoga bermanfaat. Salam.

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Persipkan Mental Untuk Meraih Kesuksesan