Senin, 14 Maret 2016

Sungguh Beruntung Sekali Saya Dilahirkan di Keluarga Sederhana

Ads Responsive

Dua Delapan Silam, Saya dilahirkan dari rahim seorang perempuan yang menurut saya beliau adalah Wanita Pejuang, wanita mulia yang telah mempertaruhkan nyawa beliau demi seorang anak yang sampai saat ini belum nampak baktinya terhadap beliau. beliau merawat saya dan mendidik saya dengan serba sederhana.

Dalam membesarkan saya, Beliau (Ortuku) Selalu Melakukannya dengan sederhana, mulai cara memberikan ASI hingga Nasi dan lauknya, beliau tidak pernah lebih memberikan saya makanan karena memang kehidupan dalam keluarga saya serba pas-pasan bahkan kurang.

Bahkan Saat saya makan seringkali dilarang makan ikan (red Ikan Laut) yang banyak, karena kalau anak-anak makan ikan banyak maka ketika dewasa nanti akan menjadi bodoh, itulah rangsangan dari orang tua saya agar tidak banyak makan ikan dan seperti itulah yang dimengerti saya tentang ikut waktu masih anak-anak dulu. karena saya takut bodoh ya wajar saya makan ikan sedikit kata orang madura enyek enyek.

Berdasarkan pengakuan orang tua saya tentang kenapa saya dilarang untuk memakan ikan, Selian beliau mengajarkan saya agar tidak boros juga karena orang tua saya tidak mampu untuk membelikan saya ikan setiap hari, karena pada kenyataannya beliau tau bahwa Makan ikan itu akan membuat otak kita cerdas.

Selain Hal di atas, Beruntungnya saya di lahirkan di keluarga sederhana, Saya lebih bisa mengatasi masalah ekonomi yang mencekik saya dengan tenang dan senyuman. Bayangkan saja, Bagaimana rasanya jika saya dilahirkan oleh orang kaya lalu ketika saya berumah tangga keberadaan ekonomi saya tidak selancar dengan orang tua saya, Pastilah paling tidak pusing tujuh keliling.

Sedangkan sekarang, meski saya sering kali kesulitan dalam ekonomi saya, saya merasa damai dan tidak ada sesuatu yang membuat saya bingung karena memang kehidupan saya sudah seperti itu sejak dulu, ngapain harus bingung sekarang. Bingung sich ada cuma tidak terlalu dipikirkan yang penting anak dan istri sehat sudah senang.

Walaupun terkadang harus kesana-kemari mencari isi dapur (untuk penyedap rasa) yang dikeluhkan istri, itu malah saya anggap SENI dalam Hidup. yang namanya seni harus pintar mencari solusi dan solusinya Gali Lobang, jika punya rejeki langsung Tutup Lobang, Misalkan Lobang Harus di Tutup sebelum mempunyai Rejeki Maka Gali Lobang untuk Tutup Lobang.

Itulah kehidupan saya sebagai orang yang hidup sederhana dengan lapisan ekonomi Menengah Kebawah, kuncinya hidup senang dan bahagia tidak pernah bohong dan membudayakan kejujuran dalam hidup kita. Insyaallah semuanya terselesaikan dengan baik.

Demikian Cerita Ngawur saya, semoga bermanfaat, harapan untuk kita semua agar kita bisa memaknai setiap yang terjadi pada kita adalah anugerah terindah yang bisa kita jadikan bekal untuk kehidupan yang lebih baik.

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Sungguh Beruntung Sekali Saya Dilahirkan di Keluarga Sederhana

14 komentar

Kalau begitu saya juga beruntung dilahirkan dari keluarga sederhana mas :)

Beruntung sekali, segala keadaan dipenuhi rasa syukur :)

Makan ikan banyak bikin bodoh? Seharusnya Jujur saja, itu lebih baik :)

Semoga Tuhan memperlancar rezeki nya dan segala urusannya.. :)

Sip gan keren, berarti kita sama-sama sederhana ya hehe

Terima Kasih Mbak atas doanya, Semoga kita selalu berada dalam Lindungan Allah. Amiin

Memang terasa seru kang kalau kita menjalankan hidup tanpa beban atau paksaan karena hidup itu untuk dijalani bukan untuk dinikmati saja.

rasa syukur yang sangat berarti untuk saat ini dan kemudian hari, semoga syukur tersebut menjadi penyelamat dan kemajuan hidup dan kehidupan admin dikelaknya...aaamiiiin

Ya benar gan, Nikmat itu dirasa, melewati proses dulu.

Terima Kasih Do'anya kang, Semoga Kita senantiasa di beri kebahagiaan dan tetap bersyukur. Amiin

selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan sama mas yang telah memiliki keluarga yang begitu damai dan bisa memberikan suatu manfaat buat anak-anaknya kelak dan bisa mewujudkan suatu kehidupan yang tidak lupa sama akhiratnya....

Kok sama ya ,latar kehidupannya. Berasal dari orang yang belum kaya, belum bukan miski ya ?
Dulu aku dularang makan telur katanya takut kena bisulan. Eh baru tahu jika saat itu telur harganya selangit.
Bolehlah Artikelku yang berjudul Cara SEO Permalink Blogspot , dikunjungi siapa tahu bermanfaat biar url-artikelnya tidak ada angkanya ,semisal url artikel ini yang ada angkanya 38.

Betul Mas. Apapun keadaan selama kita mensyukurinya akan asyik-asyik aja. Terkadang aku perhatikan, orang-orang sederhana lebih menikmati hidup. Terkadang pula kondisi seperti ini juga jadi semangat untuk kita supaya terus berjuang dan melakukan yg terbaik tanpa mengharapkan balasan.