Minggu, 21 Agustus 2016

Tetanggaku Resah Dengan Isu Harga Rokok Rp. 50.000/Pcs

Ads Responsive

Tetangga Saya yang tergolong Para Ahli Hisap di resahkan dengan Hot Isu tentang Pemerintah yang akan menaikan Harga Rokok, Isu yang tersebar di kalangan Ahli Hisap tersebut Harga Rokok akan Naik menjadi Rp. 50.000/Pcs. Tanggapan Merekapun beragam akan hal tersebut.

Padahal, Hal tersebut hanyalah Wacana Pemerintah dan belum dibicarakan dengan Wakil Rakyat, Tujuan dari Wacana ini pun sangat beragam ya, Katanya "Harga Rokok di Naikkan Agar Perokok Mengurangi atau bahkan berhenti Merokok dan Hidup Lebih Sehat" Jika Alasannya seperti ini maka keyakinan saya untuk membuat perokok itu berhenti Merokok sangatlah tidak Efektif.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Jika Harga Rokok Legal Mahal maka tidak menutup kemungkinan Rokok Ilegal bisa berkeliaran, dan mungkin juga Penikmat Rokok Memilih Rokok yang Ilegal dengan Asumsi "Ngapain beli Rokok Mahal-mahal, Toh Yang murah juga Mengeluarkan Asap".

Berdasarkan yang terjadi di lapangan, Perokok Menengah Kebawah saja sudah susah untuk berhenti, apalagi Perokoh Kelas Menengah Ke atas. Jika Harga di jadikan upaya untuk memberhentikan perokok itu sungguh tidak mungkin.

Dulu Waktu saya di SMA, Ada teman saya ingin berhenti merokok, dia minta solusi kepada saya, kemudian saya kasih cara sederhana dengan Membuat Rokok sendiri, Tembakau Baru menggunakan Kertas Buku Tulis, di buat dengan ukuran sedikit lebih besar dari ukuran pada Umumnya.

Setelah Rokok jadi, Kemudian rokok tersebut dibakar & diisap sama teman saya, berapa detik kemudian dia langsung batuk-batuk, Matanya Mengeluarkan Air Mata. Lalu di lari menuju Toko terdekat, Lalu dia beli Rokok bermerk untuk menghilangkan batuk-batuk tadi. hemm Susah ya..!!

Selain Alasan di atas, Ada Juga yang berpendapat bahwa "Harga Rokok Naik Karena Pemerintah Menaikkan Cukai Rokok, Cukui Rokok Dinaikkan Karena dikejar Target Pendapatan APBN yang sangat Tinggi". Apabila Hal tersebut menjadi alasan, Maka Pemerintah tidak memikirkan Rakyatnya. Mengapa? Iyalah, Karena Hanya Target Negara maka Rakyatnya diabaikan, Tak Peduli Rakyat Menjerit.

Target Pendapatan Negara : Sukses
Pengusaha : Sukses
Rakyat : Menangis

Jika demikian, Lagu H. Rhoma Irama memang benar adanya "Yang Kaya Makin Kaya, Yang Miskin Makin Miskin".

NEGARA dikatakan SUKSES Jika NEGARA tersebut Mampu MenSEJAHTERAkan Rakyatnya, Bukan Malah memperalat Rakyatnya. Bagaimana menurut Pendapat Kalian? Tulisa saja di Kotak Komentar di Bawah ya..!!

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Tetanggaku Resah Dengan Isu Harga Rokok Rp. 50.000/Pcs

10 komentar

slogannya oke bgt mas.
bener nih, rkyat mkin menangis, pengusaha dan negara sukses.
pdhal tembakau jg dri rakyat yg menanamnya

rakyat yang demen rokok yang nangis kalo harganya naik, ya mau gimana krn rokok emang buruk, apalagi untuk perokok pasif. aku salah satu korban dan harus terapi selama 6 bulan untuk sembuh. rokok 50rb? kurang mahal

saya setuju barang yang memberi mudarat dengan harga tinggi. akan tetapi, kalau untuk meminimallkan kecanduan rokok, sepertinya kurang tepat. karena kecanduan harus diobati dengan kesadaran dan kemauan masing-masing.

Rokok dari dulu selalu jadi polemik.. Dududduh

Rakayat menjual tembakau di hargai murah sedangkan rokoknya mau dihargai mahal. piye ki?

hehehe kalau tambah mahal ntar nambah quota Preman ne

Harusnya Pabrik Rokok di Tutup hehehe

Ayo segera beli rokok sebanyak-banyaknya ehehehe

jual yang lain saja mbak hehehe