Rabu, 22 Februari 2017

Mengajak Anak Silaturrahim Ke Rumah Neneknya

Ads Responsive

Mentari pagi menampakkan senyumnya dengan warna khasnya, kulihat langit tak sedikitpun terlihat awan menghalang, semakin meyakinkan bahwa akan sedikit kemungkinan terjadinya hujan. hal ini merupakan sebuah dukungan akan niat mulia dimana saya akan Mengajak Anak Silaturrahim Ke Rumah Neneknya.

Dalam kesempatan itu, saya hanya berangkat berdua dengan anak saya, sementara istri saya tidak bisa ikut karena harus membantu Mertua saya mencari pakan Sapi dan mau pergi ke Arisan sehingga dengan berat hati kami berdua berangkat untuk menemui Emmak saya, sementara Bapak saya sekarang berada di Surabaya tepatnya di Rumah SAKIT Soetomo (ih bangga punya bapak pegawai rumah sakit, sampai di tulis disini hehehe). dan sampai sekarang beliau sudah masuk Minggu ke Tiga.

Farel & Arsyil
Sekilas tentang Bapak saya kenapa beliau anggaplah sudah lama di Rumah Sakit Soetomo Surabaya? Nah ceritanya begini, Berapa bulan yang lalu, Bapak saya menderita penyakit Usus Buntu dan Tumor dan dokter bilang hanya ada satu cara untuk menyembuhkannya yaitu dengan di Operasi.

Pada Tanggal 14 Mei Masuk Rumah sakit swasta di daerah kami dan esok harinya tanggal 15 Mei 2016 bapak saya dioperasi, dua penyakit yang diderita bapak saya dilakukan secara bersamaan. artinya dua penyakit diangkat sekaligus, singkat cerita setelah dioperasi usus yang tadi diputus belum disambung hingga sekarang. mbuh saya tidak mengerti istilah medisnya. pokoknya ketika mau buang air besar, jalannya bukan ke bawah melainkan kesamping gitu.

Jadi, Tujuan bapakku di Rumah Sakit Soetomo Surabaya yaitu untuk mengembalikannya secara normal dan sekarang sudah menunggu giliran dioperasi gitu (Sekarang kok lama nunggunya sedangkan dulu cepat hanya satu malam langsung di operasi?) Mungkin pertanyaan itu terngiang di benak teman-teman. ini ceritanya beda dengan yang dulu teman-teman. dulu itu menggunakan tarif umum meski beliau memiliki BPJS tidak digunakan karena membutuhkan pertolongan cepat. sedangkan sekarang menggunakan BPJS gitu.

Mohon Doanya ya teman-teman..! agar Bapak saya segera di diproses dan tidak menunggu lama dan semoga cepat sehat kembali dan kembali bisa beraktivitas dan dengan nyaman beribadah. Amiin

Tuch kan ceritanya bukan sekilas, panjang amat hehehe Maaf ya..! kita lanjutkan mengenai Mengajak Anak Silaturrahim Ke Rumah Neneknya ya..! Baca juga Meminta Maaf & Memaafkan Bukan Pekerjaan Hina

Jarum Jam menunjukkan Pukul 07.15 WIB, Kami sudah siap untuk berangkat, saya ambil sepeda perjuangan saya, seperti baiasa anak saya didepan dia kan masih umur 32 Bulan, Mesin saya nyalakan pas mau tancap gas eh anak saya Nangis. tau nggak kenapa? Ternyata oh ternyata Helm-nya belum dipakek. kemudian ibunya ngambilkan Helm-nya lalu dipsangnya. Jadi Dech berangkat..!! Bye Ibuuuuuu kata si kecil.

Perjalanan dari rumah kami tinggal hingga rumah orang tua saya (Mbahnya si kecil) kurang lebih 1 Jam. agar bisa sampai kerumah orang tua saya, Jalan yang harus dilewati sangatlah ekstrem. saya juga melewati di kaki bukit dengan kondisi menakutkan waktu. saya perhatikan bukitnya tuch kayak berasap gitu, entah apa karena masih pagi atau memang berasap, saya tidak mengerti. Jelasnya, Teman-teman bisa Lihat Video berikut :

Selain Lewat di kaki bukit dengan jalan yang sebagian berlubang seperti pada video di atas, kami juga melewati jalan yang cukup menantang saya katakan karena Aspalnya sudah rusak bahkan aspalnya sudah tak kelihatan berganti dengan krikil-krikil indah yang mengharuskan pengendara yang melewatinya harus ekstra hati-hati. coba liat video berikut :

Bagaimana, Ekstrem bukan?
Kita lupakan Jalan yang kita lewati karena saya sudah sampai, dirumah hanya ada emmak, mbah, dan 2 keponakan saya. karena 3 adik saya menemani Bapak saya disurabaya. seperti biasa kalau ketemu dengan orang tua ya harus bersalaman dengan mencium tangan beliau dengan harapan mendapatkan Ridho beliau. karena sudah jelas dan sering dikutip oleh banyak ulama' bahwa "Ridhollahi Fii Ridhil Walidain" sekaligus memberikan contoh yang baik buat anak saya dan Alhamdulillah anak saya juga mengikutinya. hehehe

Ketika sudah bertemu dengan beliau, sungguh hati saya terasa damai dan tentram walau sebenarnya saya hati saya resah dan gelisah karena bapak saya berada di luar kota yang tentunya disana bukan untuk bersenang-senang bahkan adik saya bercerita bahwa mereka (adik-adik saya) selalu mengikat perutnya untuk menahan lapar.

Dirumah Neneknya, anak saya kelihatan betah banget, dia bermain dengan saudara sepupunya, bahkan ketika saya pura-pura mengajak dia pulang, dia langsung menangis histeris lalu guling-gulingan ke tanah (Kayak saya waktu masih anak-anak, buka kartu sedikit hehehehe). saya senang sekali melihatnya karena anak saya kelihatan gembira, meski disuruh tidur dia tidak mau, mungkin dia tidak mau melewatkan moment itu.

Hingga Jarum Jam menunjukkan pukul 17.20 WIB dia baru mau diajak pulang, sengaja tidak bermalam dirumah orang tua saya karena besok harinya saya harus berangkat kerja sangat pagi, sehingga tidak mungkin kalau berangkat dari rumah orang tua saya. ketebutan saya ada tugas ke luar kota hehehehe. Baca Juga Ganti Baju Seksi di Meja Kantor di Intip Mas Diaz

Di perjalanan, anak saya cerita apa yang dia lakukan bersama saudara sepupunya tadi, dia juga tertanya kapan mau kerumah neneknya, dia seakan pengen segera bisa bersilaturrahim kembali.

Anak : Yah.. Arsyil tadi main sama adik
Saya : Main apa nak?
Anak : Main Jual-jualan? adik yang beli yah
Saya : Arsyil Jualan apa nak?
Anak : Jual Mobil, Jual sepeda, terus Jual Pesawat..!
Saya : Semoga ini jadi beneran nak (Gumam saya dalam hati)

Anak : Kapan Kerumah Adik lagi yah?
Saya : Nanti la nak
Anak : Nanti kapan yah?
Saya : Minggu nak, ayah kan libur, arsyil boleh main lagi kerumah adik
Anak : Arsyil mau bawa Bola Ping pong boleh yah?
Saya : Buat apa nak? gak boleh..!
Anak : Arsyil mau main sama adik ya..!
Saya : Mau jadi Pedagang Mobil atau mau jadi Atlit? (Bingung hehe)

Berapa lama kemudian, Kami sudah sampai dirumah, anak saya langsung pergi ke lemari tempat Bola ping-pong di taruk, untuk memastikan keberadaannya. mungkin beneran mau dibawa kerumah adiknya.

Itulah yang dapat saya ceritakan saat ini, Itu ceritaku, Mana Ceritamu? monggo berkomentar di bawah dan saya akan melihat ceritamu segera.

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Mengajak Anak Silaturrahim Ke Rumah Neneknya

32 komentar

Hehe sama anak saya juga biasanya nangis kalau di ajak pulang saat berkunjung ke rumah neneknya
Senangnya berkunjung ke sanak family apalagi kalau semua anggota keluarga bisa berkumpul walau waktu tak bisa berlama-lama karena ada kewajiban lain yg harus ditunaikan juga

Semoga ayahanda lekas dapat penanganan dan segera sembuh dari penyakitnya ya mas, aamiin :)

Saya tinggal serumah dengan orang tua jadi anak bisa setiap hari bertemu dengan nenek dan kakeknya. Bahkan ketika saya dan suami pergi bekerja, orang tua saya yang jagain anak saya hehe..

Kalau orang tua dari pihak suami sudah lama meninggal sebelum anak saya lahir, jadi anak saya hanya punya seorang nenek dan seorang kakek saja :)

Ya ampun, saya doain bapaknya lekas pulih dan sembuh,,,saya sedih sekali saat baca: harus nunggu agak lama, karena sekarang pakai BPJS dan sebagainya. Di sisi lain, saya juga marah, kenapa masih seperti itu sistem kesehatan masyarakat di Indonesia. Beberapa bulan lalu saya juga masuk RS, tapi sistem pelayanan kesehatan di Jerman sangat cepat dan tanggap, nggak pakai menuggu ini itu. Terima kasih ya udah sharing...

Semoga bisa segera sembuh, anak memang perlu utk belajar silaturahim dari usia dini, kebiasaan yang langka di kota-kota besar, suatu saat kota kecilpun akan menganut kebiasaan kota besar....disaat itu terjadi, anak kita sudah terbiasa dg kebiasaan baik yg diajarkan orangtua

Semoga bapaknya cepet oprasi dan cepet sembuh mas. Btw, anaknya lucu yah. Ngomongnya suka gak nyambung, hahaha.

Indahnya masa anak-anak

Semoga Allah memberi kesembuhan yang tidak menimbulkan rasa sakit
sesibuk apapun kita harus meluangkan waktu untuk orang tua dan mengajarkan pd anak-anak sejak kecil untuk tetap menjaga hubungan silaturahmi dengan baik

Anakku dari kecil sudah terbiasa kerumah neneknya, senang banget kalau berkunjung ke kampung

Semoga bapaknya cepat sembuh ya. Semoga juga operasinya diberi kelancaran dan keamanan prosesnya ya. Dapat lagi ilmu anak, perlu banget mengenalkan anak silahturahim dengan keluarga. Terutama mbah2 atau neneknya ya.

anak2nya masih bener2 polos banget, lucu :D

semoga lekas sembuh mas ayahandanya
dan semoga celoteh anaknya yang aneh jualan pesawat siapa tahu jadi kenyataan., kita kan gak tau.

iya tapi sayang semenatara masih belum berkumpul. semoga secepatnya bisa berkumpul. amiin

Amiin, thank's ya doanya.
kalau bisa berkumpul enaknya ya, berarti senansib dengan istri saya hehehehe

Wih kamu tinggal di jerman ya..? luar negeri.. eh luar biasa.
owh ya, Tahnk;s ya atas doanya

Iya semoga ini menjadi langkah dan cara terbaik untuk mendidik anak. Amiin

iya thank;s doanya mas.
owh ya kalau masalah anak sich wajar nggak nyambung. namanya juga anak-anak ahay......

terima kasih mbak, semoga ala selalu meberikan kesehatan pada kita semua. dan semoga allah tidak mencabut silaturrahim dalam diri kita. Amiin

sip, mari kita pupuk keinginan anak untuk bersilaturrahim ke rumah family terlebih kerumah neneknya dan fasilitasi dia dengan meluangkan waktu kita untuk mengantarnya. Semoga umur kita barokah. Amiin

Amiin, terima kasih do'anya mbak, semoga Allah mengabulkan doa kita dan semoga yang mendoakan selalu mendapatkan pertolongan Allah. baik dunia dan di Akhirat. Amiin

heheh iya mbak, itu anak sama ponakan saya

Amiin, terima kasih doanya gan. semoga Allah membalas kebaikanmu

ya berkumpul dengan sanak family sekali-kali kalau bisa diupayakan setidaknya orang tua merasa terhibur melihat kerukunan anak2nya

Terima kasih atas masukannya.
Kerukunan dalam keluarga kami alhamdulillah cukup membanggakan. karena Orang tua kami selalu mengingatkan akan pentingnya persaudaraan. kalau kami sedang berkumpul guyonan sudah biasa. orang tua kami tidak berharap lebih dari anak-anaknya melainkan Hanya kerukunan dalam bersaudara. saling bahu membahu dalam segala hal.

Semoga bapaknya cepat ditangani dan pulih, ya. Kakekku sudah meninggal, padahal dulu kami akrab sekali. Kalau sekolah kadang beliau yang jemput :)

Ya Makasih.
enak ya kalau dijemput kakek. kalau saya dulu waktu sekolah langsung berangkat sendiri, pulang sendiri. seperti sejak TK hehehe

Sejak kecil saya memang cukup dekat denan nenek, dan rasanya tidak lengkap jika tidak berkunjung ke rumah nenek hiehiehie. Kengangan yang indah

iya benar om asep, owh ya tau masih ingat saya nggak om asep?

semoga kakeknya segera disembuhkan dan kembali ceria seperti sebelumnya....
anak-anak memang harus didekatkan dengan kakek neneknya supaya deket dan akrab...

Amiin, Semoga doa om terkabul dan semoga Allah Membalas kebaikan om.
Itulah tugas kami sebagai orangtua om, bagaimana anak kami/kita bisa dekat dengan beliau yang sepertinya beliau sangat sayang sama cucunya. yang kalau kita perhatikan beliau seakan lebih sayang pada kita. ya kan om?

Jadi kangen keluarga di kampung,,
hiks hiks hiks..
semenjak hijrah ke kalimantan saya jadi jauh dengan keluarga di jawa..
pengen jadinya..

Ini namanya mengajarkan dan menanamkan rasa empati kepada anak supaya peduli pada sesama terutama keluarga y Kang

Jangan buru-buru, nunggu lebaran sekalian wkwkwkw