Selasa, 07 Februari 2017

Ngintip Gerakan Politik Dunia, Dimana Negara Kita Tercinta (Indonesia)?

Ads Responsive

Sebenarnya saya bukan pengamat politik, dan juga bukan Ahli Politik, saya lebih suka mengamati ibu ibu yang senam aerobik atau cabe-cabean yang nari balet. Tentu lebih suka lagi melihat Zaskia sedang Goyang Itik. Karena dari Mereka saya dapat melihat perbandingan Usaha dan Nasib yang berbeda.

Berhubung sekarang Zaskia Gotik sudah menjadi Duta Pancasila. Sayapun menulis politik dengan walau penulisnya rada sakit jiwa.

Jika pada Perang Dunia 2 kita melihat kekuatan Unisoviet dan Amerika, maka sekarang petanya sudah berbeda. Setiap negara menciptakan penguasanya, dan setiap penguasa berusaha menguasai negara lainnya.

Kita juga sulit menjelaskan pergerakan geopolitik dunia, bagaimana pengaruh politik Erdogan terhadap syiria? Bagaimana Turki yang tiba-tiba dekat dengan Rusia setelah menembak roketnya? Bagaimana hubungan mereka setelah Beberapa saat dikejutkan dengan penembakan duta Rusia di Angkara.?
Sumber Gambar : Google
Beda lagi sulitnya membaca ketegangan Politik Iran dan Saudia, Korea Selatan dan Korea Utara ataupun Pakistan dan India. Belum lagi Pengaruh Politik China terhadap Negara berkembang dengan Invasi ekonomi dan Jepang dengan Inovasi Robotiknya.

Memahami itu semua sangat la sulit, sesulit memahami karakter Raffi Ahmad yang 'jadian' sama Ayusita, tiba-tiba menggaet janda beranak dua sebelum Akhirnya menikah dengan Nagita Slavina. Dimana sulitnya? Bukan di Raffi Ahmadnya, Tapi saya mau jalan-jalan sama siapa? Hiks...hiks.... Hiks....

Beda Mereka beda lagi Amerika. Bagaimana mungkin Raja Kapitalisme dibawah Donald Trump yang meledak-ledak bisa dengan Mudah bermesraan Dengan dengan Simbol Komunis sejati Vladimir Putin yang dingin? Mungkinkah kita melihat politik dispenser?

Benar kata orang, dalam politik tak ada kawan dan lawan yang hakiki tapi yang ada kepentingan abadi. Zuko yang pengendali api bisa saja membangun kerja sama dengan pengendali air, si imut Katara. Tapi kita tetap curiga karena politik itu penuh intrik seperti Druv Pandhev dan Bihaan saat merebut hati Thapki. Rupanya, pesona Jiyagsa Singh ini sulit dipudarkan walau sereal Gopi pemeran Utamanya sudah diganti. Kok statusku kayak emak-emak ya? Baca juga Ganti Baju Seksi di Meja Kerja diintip Mas Diaz

Lanjut....
Saya teringat kata Ketua Umum HMI kom. AL-KHAIRAT, kanda Afifirrahman sang Armada Masa Depan " jika kita tak menemukan musuh yang sama kita akan memusuhi sesama". Tentu dengan logika terbaliknya, jika mereka sedang tidak bermusuhan berarti mereka sedang menemukan Musuh yang sama.

Jika konflik Pakistan Amerika punya semboyan "Musuh dari Musuhku adalah temanku" sehingga Amerikan melatih militan Thaliban dan berhasil mengusir Rusia. maka sekarang Amerika dan Rusia sepertinya akan bekerja sama menumpas Musuh yang sama, Islam.

Umat Islam yang konsisten menyuarakan kebenaran dan keadilan, rupanya menjadi ancaman bagi hegemoni mereka dan ideologinya. Sementara mereka gagal meredam harakahnya baik yang kalem seperti HTI maupun yang keras seperti ISIS dan Al-Qaidah.

Geopolitik global mengalami gempa tektonik. Guncangan hebat melanda sebagian besar dunia dari jalan raya hingga dalam kamar. menurut info dari tetangga sebelah, goncangan kedua disebabkan oleh tabrakan dua lempeng yang berulang-ulang dan Apakah menumpahkan Air laut atau tidak wallahu a'lam. Persoalan gempa Ini saya hanya bisa mengernyitkan dahi karena tak kunjung mengerti.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kita tidak banyak harapan negara Ini dapat berbicara lantang menegenai persoalan dunia. Karena Menyelesaikan persoalan Imigran cina saja kewalahan.

Pemimpin kita sering Blunder, salah satunya mengangkat Komandan Polisi yang bermentak Hansip. Sudah tahu Ahok mengatakan punya bukti percakapan. Si hansip bilang tak menemukan indikasi penyadapan. Hello.... Situ waras? Baca Juga Jamaah Tabligh, Dakwah Tanpa Pandang Madzhab

Kasus Ahok yang menistakan agama seharusnya bisa selesai dua pekan, malah menjadi warisan yang tak habis dimakan hingga tujuh turunan.

Yang paling ngenes saat pak presiden mau Pidato di Forum Mission Innovation COP21, Paris, Perancis, Minggu (30/11), malah ditinggal sendirian oleh pemimpin dumia lainnya, lagian siap juga yang mau dengar presiden baca koran.

Beginilah Nasib Pemimpin yang prematur. Hanya bisa kerja kerja dan kerja.
Hingga makasar pindah ke Sulawesi Utara dan Soekarno lahir di blitar bukan lagi di Surabaya.

Ah, dari pada Pusing mending nyanyi, nyanyian anak TK, potong bebek angsa. Tentu dengan lirik yang berbeda.

Cikidot.....

Potong bebek angsa masak di kuali
Presiden boneka bohong sana-sini
Planga kesana plongo kesini
Lalalala lala lal

Ditulis oleh Saudara Asmawi yang telah di publikasikan di Silahkan langsung Ke Sumber ya Facebook #awie

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Ngintip Gerakan Politik Dunia, Dimana Negara Kita Tercinta (Indonesia)?

4 komentar

Berbicara mengenai politik tentu akan menjadi sebuah bahasan yang panjang, Mas. Tapi satu hal yang perlu dicatat, politik juga merupakan sarana negosiasi hingga apa-apa yang sulit menjadi mudah, berat menjadi ringan, dan lain sebagainya.

Aku nyerah kalau ngomongin politik mas

saya juga, itu karena dibawa suasana kali mbak hehehehe