Jumat, 17 Februari 2017

PILKADA DKI Selesai, Ayo Kita Berdamai Ajak Afi Nihaya Via Facebook

Ads Responsive

Sebenarnya, saya menjawab ini langsung di area komentar. sudah ada banyak yang komen juga. entah kenapa tiba-tiba tak bisa dibuka dan ternyata hilang. entah karena dihapus atau bagaimana saya kurang tahu.

Tapi ada hikmahnya juga sih, minimal saya paham mengapa dulu saya tak pernah mendapat tempat dihatinya. karena ternyata dikomen Afi saja terbuang entah kemana. kalau boleh pinjam Istilah Chairil Anwar "Aku Ini Binatang Jalang Dari Kumpulannya Terbuang".

Saya suka sebenarnya dengan anak muda yang cerdas, pintar, penulis, suka mencari jalan tengah demi perdamaian Indonesia dan cantik seperti dik Afi. pokoknya sedaplah. tapi entah mengapa ketika menyangkut persoalan Ahok vs Umat Islam sekarang kok tiba-tiba saya terpanggil juga untuk menjawabnya.

Ahok vs Umat Islam, PILKADA DKI JAKARTA, Habis Pilkada Mari Berdamai, Hasil Pilkada DKI, PILKADA DKI Selesai, Ayo Kita Berdamai Ajak Afi Nihaya Via Facebook, Aku Ini Binatang Jalang Dari Kumpulannya Terbuang
Status Afi Nihaya Faradisa di Facebook

TERASA INGIN BILANG BEGINI

Dik Afi, sampean bilang "kalau Dia tidak menghendaki, ya sampai mati pun tak akan jadi (gubernur)" saya cukup terhibur karena jika ada yang tanya "kapan nikah?" saya tinggal bilang "kata dik Afi kalau dia tidak menghendaki maka sampai mati pun tak akan jadi". aduh..... kok tiba-tiba jadi jabariyah gitu sih?

Saya juga sangat berterimakasih kau bilang bahwa Tuhan Maha Adil dan sebagai hambanya kita tidak menuntut keadilan dariNya dengan cara yang Nista. dan saya akan sangat berterimakasih jika seandainya moncong senjatamu tidak di arahkan ke muka kami tapi ke arah muka mereka sambil kau tulis "Allah maha pemberi, tidak perlu kau pertahankan kekuasaanmu dengan cara yang Nista". ngomong-ngomong, dimana sih cara kami _yang menurutmu_ menuntut keadilan-Nya dengan cara Nista? mohon berikan contohnya barangkali kami lupa. dik Afi Anti berita Hoax lho...

Saya agak geli membaca Tulisanmu "apa nunggu dijajah Belanda lagi agar bisa bersatu kembali?" hey.... bangun. dalam perangpun tak ada jaminan kita bersatu, apakah adik lupa bahwa Imam Bonjolpun tak akan tertangkap jika tidak ada penghianatan dari residen Sumatera Barat. dik Afi Pasti masih Ingat penghianatan Kunto terhadap Jend. Sudirman. ah, dik Afi sudah pinter tak perlu di bukakan buku sejarah. mending ku bukakan Diary, barangkali kau tahu sejarah penghianatan mantanku....

Dik Afi, kami tidak suka perang, kami suka damai sama seperti Impianmu. tapi kalau di tindas begini jangankan cuma Ahok mertua sekalipun kami lawan... ups.... maaf dik Afi, masih belum punya.

Jika dik Afi menganggap kegaduhan Ini hanya soal pilkada, maaf Adik salah, ahok mau menjadi gubernur atau tidak selama dia belum ditangkap maka kegaduhan ini akan berlanjut. dan kami akan tetap melawan.

Apabila dik Afi menasehati kami agar tidak gaduh persoalan Pilkada Jakarta, maka maaf, kalau adik gatal di kaki jangan garuk di kepala. Pilkada Jakarta hanya persoalan kecil yang terpaksa kami soroti karena Paslonnya Tersangka penista agama yang bunyi mulut sama bunyi pantatnya sama saja.

Kalaupun ahok kristen dan menjadi calon gubernur saya yakin kegaduhannya tak akan seperti ini.

Dik Afi tak perlu khawatir tetang tulisan ini, adik tak akan membacanya, heheheh. tulisanku tak akan dibangikan banyak orang seperti Tulisanmu. boro-boro di bagikan di baca sebelum di like saja sudah Alhamdulillah.....

Lewat tulisan ini saya hanya ingin mengingatkan siapapun yang membaca bahwa sekalipun dik Afi berintelektual tinggi, cerdas dan banyak penggemar Adik tetaplah Manusia biasa. so, jangan terlalu lama mendongak hingga lupa di mana kaki berpijak.

Saya ingin mengingatkan diriku juga lewat kata bijak Al-Ghzali, “Janganlah kamu mengenali kebenaran dengan melihat orangnya. Kenalilah kebenaran itu, maka kamu akan mengenali orang yang mengusungnya”

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : PILKADA DKI Selesai, Ayo Kita Berdamai Ajak Afi Nihaya Via Facebook

15 komentar

Sebenarnya aku masih bingung antara komentar dengan balasan admin. semua ada benarnya dan semua ada salahnya.
Sebenarnya apa yang tejadi kegaduahn sekarang hal yang lumrah. Sudah terjadi dari jaman sebelum Indonesia merdeka, ya begitulah politik dinegara kita. Punya ciri khas dan corak yang unik. Hal berbau agama akan lebih laku dipermukaan walau sebenarnya ditingkat bawah hal adem-adem saja.

Haduh kalau udah nyangkut agama dalam politik, gabisa komen deh Hahaha
Agama itu sensitif banget

Sebagai seorang muslim saya percaya pada kitab al Qur'an yang salah satu ayatnya mengatakan bahwa seorang pemimpin Islam adalah juga Islam.

Hubungan horisontal penting tapi lebih penting hubungan vertikal. Akidah adalah harga mati :)

Kalau sudah berada diranah politik saya serahkan kepada para ahlinya. Tapi saya tetap berpihak pada akidah Islam :)

Pilih yang menurut hati itu yang terbaik dan nggak usah pilih yang menurut hati bukan yang terbaik. Kalau saya memang nggak punya energi lebih untuk mengurusi pilihan orang lain.

Ada benarnya dan ada salahnya, Lalu? hehehe

Sip, Aqidah harus menjadi benteng dalam diri kita.

sip, biarkan hati kita yang memilih hehehe

"Kalaupun ahok kristen dan menjadi calon gubernur saya yakin kegaduhannya tak akan seperti ini"

saya kurang paham sama kalimat ini.

semua orang punya persepsimya masing2 sih.

ah, saya nggak berani komentar macam-macam

sudah lanjutkan saja komentarnya, aman kok hehhehehe

waaah tulisannya bikin hati adem ya, mau kali yang musuhan jadi damai ^^

Walahhh... Saya ndak bisa berkomentar apa2 kalau membahas soal politik, mas.
Maaf ya.. Hehehe

Walahhh... Saya ndak bisa berkomentar apa2 kalau membahas soal politik, mas.
Maaf ya.. Hehehe

iya ya soalnya politik ini ribet. saya malah orang gak suka dengan politik. cuma ngintip dari jauh bisanya hehehe