Rabu, 12 April 2017

Belajar Dari Dodol Garut, Populer Karena Polesan Kreativitas

Ads Responsive

Saya yakin, Pada Awalnya tak banyak yang kenal dodol garut selain orang garut sendiri. tapi karena ada yang cerdas membaca peluang maka dodol garut dibungkus dengan kulit jagung, dengan tampilan yang menarik, kadang tak tertutup semua, nyempil-nyempil gimana gitu, tapi disitulah ia bikin aduhai...

Sebenarnya dodol garut tak banyak berbeda dengan dodol madura, tapi kami di madura kalah start untuk mempopulerkan. kalau kami terpaksa mengkomersilkan dengan tampilan yang sama, maka akan dituduh nyiplak dari lagu yahudi sama tim kampanya ahok jarot, trus dibully mati-matian. habis dikasih tahu bahwa itu nyiplak dari garut, mereka minta maaf dan seolah tak berdosa. begitu mereka.

Belajar Dari Dodol Garut, Populer Karena Polesan Kreativitas, DOdol Garut, Rasa Dodol, Makan Dodol,
Dari dodol garut ini saya belajar bahwa seandainya banyak anak muda yang tidak gengsi menjual produk kampungnya maka kita sudah tidak perlu lagi berbangga-bangga dengan merk luar negri seperti Mc Donald, Fitza Huts beserta sanak saudaranya. karena kita sudah punya kebanggaan sendiri.

Kalau kita amati sejenak, teh yang beredar di toko-toko, teh pucuk, teh sosro, teh kotak dan teh gelas sebenarnya sama saja, rasanya tak jauh beda hanya teh-teh yang jalan-jalan ditoko asal bandung itu, seperti teh cici, teh meda dan teh rosa itu yang berbeda lebih manis dan lebih bening kayaknya....

Apa yang membedakan teh itu semua? bungkusnya, botolnya, mereknya. itu saja. itulah kreativitas.

Jika kita kreatif sedikit, lalu kita berkarya. kita akan menemukan jawaban yang makjleb ketika calon mertua kita bertanya "mau melamar anak saya, apa keahlianmu?" dengan enteng kita menjawab "saya sudah berhasil mempopulerkan bayam goreng tanpa popeye keseantero dunia, om" sambil senyum-senyum nakal sambil miles jenggot yang tumbuh 3 biji.

Sayangnya sampai sekarang saya sendiri masih bingung mau mempopulerkan apa?, mau mempopulerkan isu sara lewat video sudah keduluan ahok jarot. mana sutradaranya gak mau dibayar lagi.... ah, pusing pala zaenal....

Kalau dipikir-pikir, saya ini kok seperti jomlo intelek, dirinya sendiri masih kesepian tapi memotivasi orang lain agar menikah mengalahkan motivasinya mario teguh. dirinya sendiri belum berkarya tapi sudah menulis tentang inovasi, hadewh....

Saya sadari sepenuhnya bahwa sebenarnya saya masih sama saja dengan yang lain. ide kreatif ini selalu tumpul saat dibacokkan dengan masalah yang menuntut inovasi sekaliber dodol garut.

Akhirnya saya berharap, semoga ide yang tumpul ini menemukan sasaran yang tepat. sehingga dapat menemukan karya yang pas.

Atau ide ini menjadi sumber inspirasi orang yang tepat, sehingga mereka berkarya dengan sangat mantap. sehingga sesaat sebelum tidur saya sempat berbisik ketelinga Istri "lihatlah karya mereka yang membanggakan itu, saya yang meletakkan batu pondasi inovasinya,".

Dengan senyum khasnya dia mencubit pipi, "suamiku, so sweet...."

maaf, ya mblo...!!!

Ditulis oleh Saudara Asmawi yang telah di publikasikan di Silahkan langsung Ke Sumber ya Facebook #awie

Ads Responsive
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Seorang yang ingin berbagi Pengetahuan dan informasi yang pernah terjadi pada diri sendiri dan orang lain yang dapat memotivasi kita dalam mengarungi bahtera hidup di Dunia dan Akhirat.

Related : Belajar Dari Dodol Garut, Populer Karena Polesan Kreativitas

20 komentar

haha endingnya gak nahan
btw memang sekarang harus pinter2 cari inovasi mas

iya benar, bila kita tidak bisa berinovasi maka kita usaha kita akan berhenti

Untuk tempil beda dan berkarya unik itu mamang berat dan susah. Perlu pemikiran dan gebrakan yang diluar nalar. Ibara pepatah negara asing, ingin terkenal, kencingin itu sumur zam-zam.
Saya sendiri juga bingung, potensi dan keahlianku yang uni itu apa, belum terjawab juga. Ah dodol garut sambil mintum teh botol, enak rasanya.

bukan cuma enak rasanya, hilang laparnya hahahaha

Nggg... Tadinya aku pikir dirimu mau bahas soal dodol. Ternyata endingnyaa.... Semoga ketemu inovasinya.

betul, kita mestinya menemukan keunikan yang beda dan mampu menyedot banyak perhatian orang, tapi tetap dalam jalur dan etika yang pantas ditampilkan, sulit memang saya akhirnya memutuskan sedapatnya dulu deh sambil terus belajar, soalnya kalau mandek ya bakalan mentok hehe nggk berkembang walau sampai sekarang yah masih gitu2 aja tak apalah

jiyah jejen, man nyamanh engkok.

Setuju, terkadang belajar itu bisa dari mana saja, termasuk belajar dari makanan khas garut ini. Dodol. Aku suka banget sama dodol, terkadang kalau ada waktu dan rezeki suka beli, cocok banget dimakan pas santai, apalagi sembari ngeblog ya, Mas..hehe

Duh baca ini, endingnya itu lho, mohon bersabar ini yang jomblog..haha

menekuni usaha sabar biar nggk putus asa walau tekor 😀

Kalau membangun sesuatu dari nol, akan lebih baik kalau lebih kreatif, akan lebih mudah melesat. Sama dengan wifi yang dipakai kebanyakan orang, pasti lambat dan gagal melesat ke blog ini :D

mon been apah setak nyaman syid hahaha

waaa keren keren, yang patut diacungin jempol itu berani mulainya loooh. itu yang paling susah

Ndak gosong tuh pipinya wkwkwk....

iya mbak, orang sering bilang, Lebih baik putus sandal daripada putus asa hehe

makin bersemangat ne, makasih

Jadi tersanjung ne hehehe